KLIK DISINI POWER POINT TIK
Bahasa
Rabu, 15 Januari 2014
Selasa, 24 Desember 2013
Wisata Saya Bersama Teman-Teman PBSI dan Dosen
WISATA PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN
DAN PULAU KEMBANG
Pada Sabtu, 07 Desember 2013, saya dan teman-teman
prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSI) beserta dosen kami
yaitu Bapak Sabhan melakukan perjalanan (wisata) ke Pasar Terapung Lok Baintan
dan Pulau Kembang. Kami berkumpul di masjid Sultan Suriansyah, di Kuin sebelum
pukul 05.45. Pada pukul 06.15, kami menaiki perahu yang telah tersedia. Perahu
yang tersedia ada 4 buah, saya menaiki perahu kloter ke 2.
Ketika kami menuju Pasar Terapung Lok
Baintan, di perjalanan saya melihat berbagai aktivitas warga di pagi hari dan
kondisi alam sekitarnya. Warga di sekitar bantaran sungai masih menggunakan
sungai untuk keperluan sehari-harinya, seperti: mandi, mencuci, buang hajat,
dan lain-lain. Mereka mandi di alam terbuka dan menggunakan WC di luar atau
bisa juga disebut dengan jamban. Lebih jauh lagi, saya dapat menyaksikan
berbagai aktivitas penggalian sumber daya alam (SDA) yang menjadi mata
pencaharian sebagian warga sekitar. Aktivitas mereka itu seperti: pengambilan
pasir menggunakan mesin pengeruk pasir, pengambilan batu kerikil di dasar
sungai, dan adanya tempat penyerutan dan penimbunan berbagai macam kayu (kayu
galam, kayu ulin, dan lain-lain).
Sekitar dua jam kemudian, sampailah kami
di Pasar Terapung Lok Baintan. Disini kami menemui pedagang-pedagang yang
menjual berbagai macam dagangannya dengan menggunakan perahu, seperti: makanan
(kacang tanah, pisang, jeruk, nasi uduk/ nasi kuning, lalapan, kue khas banjar,
dan sebagainya), rempah-rempah (jahe, kencur, daun salam,dan sebagainya),
sayur-mayur (daun singkong, bayam, kangkung, dan sebagainya), Ikan segar dan
ikan asin.Kami membeli dan mencoba berbagai macam makanan yang sudah jadi
seperti: kacang tanah, jeruk, kue khas banjar, dan nasi uduk. Tidak ketinggalan
kami juga mengabadikan pemandangan sekitar dengan berfoto bersama.
Setelah kami puas berbelanja dan menikmati
pemandangan, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kembang. Sekitar 20 menit
kami sampai di Pulau Kembang. Sesampainya di Pulau Kembang, kami disambut oleh
beberapa monyet, monyet-monyet itu sangat antusias dengan kedatangan kami. Kami
menuju loket dan membeli karcis seharga Rp 5.000,-. Kami memasuki gerbang
menuju tempat semacam kuburan. Disana terdapat dua buah patung monyet di kiri
dan kanan kuburan tersebut. Kemudian kami mengelilingi hutan belantara, tempat
tinggal monyet-monyet itu. Hutan ini sengaja dibuat jalan setapak atau bisa
juga disebut jembatan yang mengelilingi hutan. Di pinggiran jalan, terdapat
beberapa monyet dari yang kecil hingga yang besar. Ada juga monyet yang sedang
menggendong anaknya. Monyet-monyet disini sebagian ada yang liar. Monyet-monyet
itu suka suka mengambil barang-barang yang dibawa oleh pengunjung. Walaupun
kami sudah membawa alat pengusirnya berupa kayu tetapi masih saja ada monyet
yang nakal. Monyet itu mengambil sepatu salah satu teman saya.
Kami kembali ke dermaga sungai Kuin pukul
11.00 dengan berbagai pengalaman yang berbeda. Ada yang menikmati wisata ini
dan ada juga yang jera.Tetapi saya yakin semua merasa senang karena bisa
berwisata bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)